Latest: PT Kary Indomas Elok awarded AEO certification by Direktur Jenderal Bea dan Cukai — 17 June 2026
Kisah Sukses · Sertifikasi AEO

Bagaimana PT Kary Indomas Elok mengatasi hambatan impor bahan baku dengan sertifikasi AEO.

Produsen kain plush polyester terbesar di Indonesia ini memasok IKEA, Jellycat, Target, dan UNIQLO. Kuota impor, waktu terbit PERTEK/PI, serta HS code yang termasuk Lartas memperlambat pengirimannya. Sembilan bulan setelah menggandeng RKM Consulting, DJBC mengakuinya sebagai Operator Ekonomi Bersertifikat.

  • KlienPT Kary Indomas Elok (“KARY”)
  • SektorManufaktur tekstil · PMA Korea
  • LayananKonsultansi sertifikasi AEO
  • SertifikasiSK Dirjen BC KEP-94/BC/2026
AEO dalam konteks

Sertifikasi ini menempatkan KARY dalam kelompok yang sangat kecil.

34

Bersertifikat pada 2026

Perusahaan yang meraih status AEO di Indonesia tahun ini — KARY salah satunya.

~210

Total perusahaan AEO

Seluruh jenis operator secara nasional, sejak program dimulai.

0,6%

Dari pelaku usaha Indonesia

Proporsi eksportir dan importir yang memegang status AEO.

9 bln

Konsultasi hingga SK

Konsultasi pertama Juli 2025 sampai SK DJBC 22 April 2026.

Angka sesuai keterangan resmi PT Kary Indomas Elok mengenai AEO, 31 Juli 2026. Sebagai pembanding, negara mitra melaporkan tingkat adopsi yang jauh lebih tinggi: Jepang sekitar 700 perusahaan bersertifikat, Australia sekitar 1.000, dan Tiongkok sekitar 7.000.

Profil perusahaan

PT Kary Indomas Elok (“KARY”) adalah perusahaan PMA Korea terkemuka yang memproduksi kain plush polyester dan merupakan produsen terbesar di bidangnya di Indonesia, beroperasi sejak 1995. Kainnya yang berkualitas tinggi digunakan untuk boneka berisi, garmen dan pakaian, serta tekstil rumah tangga berorientasi ekspor, terutama ke pasar Eropa dan Amerika Serikat.

Berlokasi di Kawasan Industri Mitra Karawang, perusahaan ini menjalankan dua lokasi pabrik beserta pergudangan, dengan proses knitting, dyeing, tentering, printing, dan finishing yang dikerjakan sendiri.

Tantangan

Untuk memenuhi persyaratan mutu dari pelanggan pemilik merek, KARY bergantung pada benang dan kain in-grey impor selain pasokan lokal. Di Indonesia, mengimpor bahan tersebut berarti terlebih dahulu memperoleh rekomendasi Pertimbangan Teknis (PERTEK) dari Kementerian Perindustrian, lalu Persetujuan Impor (PI) dari Kementerian Perdagangan — berdasarkan Permendag 16/2025 tentang kebijakan impor, Permendag 17/2025 tentang impor tekstil dan produk tekstil, serta Permenperin 27/2025 tentang penerbitan PERTEK untuk tekstil.

Rantai perizinan tersebut, ditambah proses clearance kepabeanan di Tanjung Priok, menciptakan keterlambatan yang menumpuk:

Hambatan regulasi

  • Kuota impor dan alokasi volume yang dibatasi kementerian
  • Waktu yang panjang untuk mengajukan — dan mengubah — persetujuan PERTEK dan PI
  • Bahan baku yang masuk HS code Lartas (Larangan dan Pembatasan)
  • Clearance kepabeanan yang lambat oleh Bea dan Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok

Dampak operasional

  • Bahan yang sangat dibutuhkan tertahan di pelabuhan
  • Lead time produksi melewati rencana
  • Waktu pengiriman ke pelanggan pemilik merek melambat
  • Risiko jadwal yang menular ke dua lokasi pabrik

Mengapa AEO menjadi jawabannya

Authorized Economic Operator adalah standar keamanan rantai pasok yang dikembangkan di bawah SAFE Framework of Standards World Customs Organization (WCO SAFE FoS) agar pergerakan barang lintas batas menjadi lebih aman sekaligus lebih efisien. Di Indonesia, AEO adalah operator ekonomi yang diakui secara resmi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan memperoleh perlakuan kepabeanan tertentu yang bersifat preferensial — dalam praktiknya, jalur prioritas di Bea Cukai.

Lima manfaat yang membentuk alasan bisnis bagi KARY:

  • Pengakuan internasionalPengakuan WCO dan akses ke Mutual Recognition Agreement (MRA), yang memperluas dan memperlancar perdagangan lintas batas.
  • Perlakuan kepabeanan tertentuFasilitas umum dan khusus yang diberikan atas dasar manajemen risiko.
  • Pemeriksaan kepabeanan lebih cepatPenyederhanaan pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik barang.
  • Kelonggaran dari instansi lainPembebasan dari pembatasan impor Kementerian Perdagangan (Lartas) untuk komoditas tertentu — termasuk tekstil, serta besi, baja, kaca, dan plastik.
  • Beban arus kas lebih ringan dan penghematan biayaKelayakan menggunakan Corporate Guarantee dan melakukan pembayaran kepabeanan secara berkala.

Pendampingan

Pada Juli 2025, manajemen KARY menggandeng RKM Consulting, konsultan manajemen di Jakarta Selatan yang bekerja di bidang TI, bisnis, dan sistem manajemen — termasuk standar internasional ISO dan sistem AEO — untuk membawa perusahaan melewati proses sertifikasi.

Pekerjaan mengikuti alur AEO empat tahap standar RKM: penilaian kelayakan dan gap analysis terhadap dua persyaratan umum dan tujuh persyaratan khusus; penyusunan SOP, daftar risiko, dan bukti; implementasi, audit internal, serta pelatihan kesadaran di seluruh organisasi; dan pendampingan langsung selama validasi DJBC.

Hasil

KARY diakui secara resmi sebagai Operator Ekonomi Bersertifikat (Authorized Economic Operator) berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai No. KEP-94/BC/2026, yang diterbitkan di Jakarta pada 22 April 2026.

Sertifikat diserahkan pada acara Penyerahan Sertifikat AEO Tahun 2026 tanggal 17 Juni 2026 di Gedung Merauke, Kantor Pusat DJBC Jakarta, diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen (Purn.) Djaka Budi Utama.

Pengakuan dari DJBC sebagai Operator Ekonomi Bersertifikat merupakan kebanggaan bagi karyawan, manajemen, dan staf PT Kary Indomas Elok — hal ini menempatkan KARY di antara para manufaktur, eksportir, dan importir yang beroperasi pada kelas internasional yang sesungguhnya. — Dari keterangan resmi PT Kary Indomas Elok mengenai AEO, 31 Juli 2026
Peraturan yang dirujuk dalam kisah ini: Permendag 16/2025 (kebijakan impor) · Permendag 17/2025 (impor tekstil dan produk tekstil) · Permenperin 27/2025 (penerbitan PERTEK tekstil) · PMK 137/2023 dan PerDirjenBC PER-20/2024 (AEO). Lihat syarat sertifikasi AEO lengkap →
Kronologi

Dari konsultasi hingga sertifikat.

  1. KARY menggandeng RKM Consulting

    Manajemen melibatkan RKM untuk mengatasi keterlambatan perizinan impor dan clearance melalui sertifikasi AEO.

  2. Dua persyaratan umum dan tujuh persyaratan khusus

    Dokumentasi, daftar risiko, audit internal, penunjukan AEO Manager, dan pelatihan kesadaran di kedua lokasi.

  3. SK DJBC KEP-94/BC/2026

    Direktur Jenderal Bea dan Cukai secara resmi mengakui KARY sebagai Operator Ekonomi Bersertifikat (AEO).

  4. Penyerahan sertifikat di Gedung Merauke

    Diserahkan oleh Letjen (Purn.) Djaka Budi Utama pada acara Penyerahan Sertifikat AEO Tahun 2026, Kantor Pusat DJBC Jakarta.

Pelanggan KARY

Kain di balik merek-merek yang dijual di Eropa, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea.

Pelanggan KARY sebagian besar adalah pemilik merek yang persyaratan mutunya menentukan spesifikasi bahan baku impor perusahaan — dan justru itulah yang membuat keandalan impor menjadi isu tingkat direksi.

IKEA
JELLYCAT
AURORA
L.L.Bean
DOUGLAS
Barbie
mothercare
burton+BURTON
TARGET
Carter's
GAP
OLD NAVY
UNIQLO
MUJI
MINISO
Galeri

Penyerahan Sertifikat AEO Tahun 2026.

Menghadapi hambatan impor yang sama?

Jika HS code Lartas, waktu terbit PERTEK/PI, atau clearance pelabuhan menggerus tanggal pengiriman Anda, AEO adalah solusi strukturalnya. Konsultasi gratis 30 menit, penawaran dalam 48 jam.